Dibalik realitas

Oleh, Imanuel Nawipa

Dibalik realitas adalah kunci untuk membuka sesuatu yang terbukti atau benar-benar terjadi. Realitas sebagai bukti nyata yang menunjukkan kerahasiaan peristiwa yang tersembunyi dari realitas tersebut. Realitas adalah istilah penting, dan menjadi fondasi dalam persoalan anda untuk mencari kebenaran. Dibalik itu realitas tidak selalu benar untuk membantu Anda. Dalam kehidupan manusia pasti ada yang disebut sesuatu yang tidak benar atau menyimpang dari aktualitas kehidupan. Contoh dibalik realitas tersebut ialah,” Ada seorang anak kecil yang disuruh oleh orang tuanya untuk membeli sesuap nasi disebuah warung yang jaraknya 2 km dari rumah anak tersebut, tidak lama kemudian si anak kecil itu tiba diwarung itu, sesampai disana si anak bertanya kepada penjualan warung itu ” pak kira” nasi kuning satu bungkus berapa?, Lalu tidak lama kemudian kata si penjualan nasi kuning itu ” adik nasi satu bungkus seharga Rp 5000 , kemudian si anak itu tegok pada uang yang dibawanya Rp 200.00 , namun tidak lama kemudian membeli nasi tersebut dan sisa uang si anak tersebut cukup untuk membeli sebotol air. Dalam perjalanannya ia sangat senang karena udah membeli nasi tersebut untuk orang tuanya, kemudian dalam perjalanan itu ia menghampiri kios kecil sesampai disana ia membeli sebotol air itu dengan harga Rp 5000 . Setelah itu ia pulang dengan membawa nasi kuning dan sebotol air itu kerumahnya , kemudian sesampai di rumah anak itu, ia memberikan nasi kuning dan sebotol air itu kepada orang tua ibunya. Ibu sangat berterima kasih kepada anaknya karena sudah membantu ibu, tidak lama kemudian seorang ibu dan itu tersebut menyantap makanan itu dengan merasa syukur dan apa adanya yang penting bisa mengisi perut untuk menahan kehidupan mereka. Lalu keesokan harinya si anak itu disuruh sama ibunya untuk membeli nasi kuning itu lagi di tempat yang sama, dengan semangatnya ia terus berjalan ke warung nasi kuning tersebut , kemudian sesampai disana ia bertemu sama si penjual nasi tersebut, lalu itu secara terburu-buru si anak kecil itu mengeluarkan uangnya Rp 500,00 untuk membelinya, namun dengan nilai uang yang besar si anak kecil itu terkena tipu oleh si penjual nasi kuning tersebut dengan seberapa persen uang kembali yang diberikan kepada si anak kecil itu, ternyata nasi yang tadinya seharga lima ribu rupiah itu naik menjadi dua puluh lima ribu rupiah. lagi- lagi dengan ketidaktahuan si anak kecil itu, ia pulang dengan membawa uang dua puluh lima ribu rupiah , kemudian sesampai di rumah ia memberikan belanjanya itu sama uang kembaliannya kepada si ibunya, lalu dengan terkejut ibu si anak itu merasa heran dengan uang kembaliannya. Namun sadarlah si ibu itu bahwa si anak kecil itu telah ditipu oleh oleh penjual nasi kuning. Itulah sedikit alur cerita singkat mengenai dibalik realitas kehidupan manusia. Secara religius bahwa itu merupakan suatu hal yang sudah melanggar kodrat gerejawi maupun norma duniawi. Dibalik realitas ada sesuatu yang ganjal dan tidak sesuai dengan keinginan manusia. kita mempunyai prespektif yang berbeda, dari situlah nampak keadaan yang sebenarnya dan benar-benar menjadi haluan konkret dalam realitas yang ada dalam pikiran kita maupun lingkungan hidup sosial. Realitas kehidupan ini mempunyai misteri yang besar dalam berbagai macam fenomena manusia, sebagai pelaku subjek. Dalam hal ini dapat kita kaitkan dalam lingkup ilmu pengetahuan sebagai ganjarannya. Konsep dasar realitas adalah bukti nyata atau aktivitas nyata, yang sebagai pedoman dan misi kita sebagai umat kristiani, karena kebenaran itu berasal dari Sang Pencipta itu sebagai pengada segala sesuatu. Realitas ilmu pengetahuan itu harus dilandasi oleh pengetahuan agama. Dan semua orang mempunyai prespektif yang berbeda terhadap keyakinan, yang realistisnya pada satu tujuan yaitu kebenaran dan realitas kehidupan yang sejahtera aman dan tentram. Ada seorang ilmuwan yang bernama Albert Einstein , yang menyatakan bahwa ” Ilmu tanpa agama adalah buta dan sebaliknya agama tanpa ilmu adalah luput. Non Scholae Set Vitae Discimus,Ubi soecitas ibi lus, fox populum fox Dei,cor unum et Anima Una in Deum, pro Patria et Ecclesia.

Oleh, Imanuel Nawipa. Inilah kehidupan manusia, banyak tantangan yang harus dijalani. Oleh karena kebenaran dan keyakinan pasti ada jalan dan solusinya. Dunia diciptakan bukan untuk golongan orang, tetapi untuk semua orang. Tetapi siapa sangka politik yang terjadi didunia ini. UU diciptakan oleh manusia, tetapi tidak menyikapinya dengan apa yang dibuatnya. UU mempunyai nilai yang paling berharga. Tetapi nyawa dan harkat kemanusiaan lebih berharga dari itu , mengapa demikian?. Sebab harga dan harkat manusia lebih berharga Dimata Tuhan, dan untuk itu UU diciptakan oleh manusia. Tetapi dari segi moralitas, banyak yang menyimpang, karena kekayaan dunia dan lain sebagainya. manusia mempunyai hak asasi dan hak kebebasan yang lebih besar, walaupun hak asasi di ciptakan oleh UU. Tetapi dimata Tuhan itulah yang paling diprioritaskan. Selain itu, saya kutip dari peristiwa dua Minggu lalu waktu kejadian di Surabaya 17 Agustus 2019, sangat strategis antara pihak A dan pihak B. Ada kata yang dituturkan bahwa pihak B adalah ” Monyet”, dan harus dipulangkan ke negerinya. Lalu timbulah suatu pertanyaan dari pihak si B kalau kita Monyet untuk apa kita menghormati BenderaMu kata si B . Memang saya secara pribadi juga terpukul dengan omongan seperti itu, karena harkat dan martabat bangsa Melanesia. Dimanakah keadilan itu, dimana hak bagi segala bangsa. Negara ini negara demokrasi bukan negara otoriter dan militerisme. Itulah hal-hal yang bukan manusiawi. Tuhan menciptakan kita itu segambar dan secitra denganNya ” Imago Dei”. Homo homini lupus est. Cor unum et Anima Una in Deum. Fox populum fox Dei.